Setibanya di Pangkalan Bun, peserta diajak mengunjungi Istana Mangkubumi, salah satu bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Kutaringin yang hingga kini masih berdiri sebagai simbol perjalanan sejarah Kabupaten Kotawaringin Barat.
Baca Juga: Fazzio Youth Project Jadi Wadah Kreativitas Siswa, Sukses Digelar STSJ Yamaha di SMKN 2 Banjarmasin
Baca Juga: Yamaha Hadirkan Ragam Inspirasi Modifikasi Fazzio Hybrid dari Para Juara CLASSY Modifest 2026
Dalam kesempatan tersebut, Yamaha juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian cagar budaya masyarakat setempat.
Perjalanan berlanjut menuju tepian Sungai Arut yang mendapat sambutan meriah dengan tarian adat dayak Butawawih sambil menikmati matahari terbenam.
Rekan-rekan komunitas lokal MAXi Yamaha, yaitu XMAX Mentaya juga ikut menghangatkan suasana keakraban dan solidaritas antar pengendara MAXi Yamaha.
Aktivitas MTBN Kalimantan ini menjadi lebih spesial karena para peserta berkesempatan emas untuk bertemu langsung dengan satwa endemik orang utan di habitat aslinya, yaitu di Taman Nasional Tanjung Puting pada hari kedua.
Perjalanan menuju destinasi tersebut juga tidak kalah menarik karena para peserta perlu menuju daerah Pelabuhan Kumai dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Kelotok (perahu tradisional khas Kalimantan) untuk menyusuri aliran Sungai Sekonyer yang membelah lebat hutan hujan tropis.
Selama dua hari perjalanan, peserta melewati berbagai karakter jalan mulai dari jalur antarkota, lintasan panjang yang membelah kawasan hutan dan perkebunan, hingga jalan perkotaan di Pangkalan Bun.







