"Bisa Jadi Polisinya Disekap, Dianiaya Dulu, Lalu Dibuang", Kompolnas Telusuri Tragedi Katingan Kalteng
WARTABANJAR.COM, KATINGAN - Tiga polisi gugur dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, Kalteng.
Jenazah ketiga personel Satresnarkoba Polres Katingan itu, Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto (ketiganya mendapat kenaikan pangkat anumerta setingkat di atasnya) ditemukan di hari dan lokasi berbeda.
Komisioner Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional), Choirul Anam menduga ketiga polisi itu bisa saja mengalami penyekapan dan penganiayaan hingga meninggal sebelum dibuang ke Sungai Katingan.
Yudhie Perdana Putra ditemukan sudah meninggal dengan kondisi sejumlah bagian tubuhnya mengalami luka-luka akibat senjata tajam di lanting penyedot emas tepian Sungai Katingan, Kamis (2/7/2027) atau beberapa jam usai penggerebekan yang gagal itu.
Lalu, Sabtu (4/7/2026) sore, jenazah Nopandri Ramadhana ditemukan dalam kondisi terapung tersangkut di potongan kayu dan ranting pohon di aliran Sungai Katingan masuk wilayah Desa Tumbang Lahang, Katingan.
Penemuan ini memunculkan polemik di media sosial karena jauhnya jarak antara Desa Tumbang Kalemei yang menjadi lokasi penggerebekan dengan Desa Tumbang Lahang. Jaraknya mencapai 37 kilometer.
Meski belum ada pernyataan resmi dari kepolisian, kabarnya di tubuh Nopandri Ramadhana juga ada luka-luka.
Baca Juga: Tiga Polisi Gugur di Tepian Sungai Katingan, Tragedi Desa Tumbang Kalemei yang Tak Boleh Terulang
Terakhir, Minggu (5/7/2027) giliran jenazah Sumariyanto yang ditemukan.
Lokasinya masih di aliran Sungai Katingan namun masuk wilayah Desa Rantau Asem yang jaraknya sekira 8 kilometer dari Desa Tumbang Kalemei.
Kabarnya juga, kondisi tubuh Sumariyanto seperti kedua rekannya.
Penyebab pasti meninggalnya ketiga polisi itu pun menjadi misterius, karena terseret arus sungai atau ada penyebab lain.
Untuk memastikan, jenazah ketiga polisi itu menjalani autopsi RS Bhayangkara, Palangkaraya, sebelum dimakamkan.
Selain itu, Kompolnas juga mengirim komisionernya ke Katingan untuk menelusuri kasus tersebut.
Seperti dilansir Kompas TV, Komisioner Kompolnas Choirul Anam mengatakan lokasi dan penyebab meninggalnya ketiga polisi itu memang harus dipastikan.