Posisi kiri kemungkinan besar akan dipercayakan kepada Alex Baena yang tampil apik di laga terakhir
Bayang-bayang masa lalu juga tetap mengintai.
Sejak mengangkat trofi di Afrika Selatan pada 2010, Spanyol selalu sial di fase gugur pertama, seperti saat didepak Rusia (2018) dan Maroko (2022).
Kutukan nonteknis inilah yang ingin mereka runtuhkan saat melawan Austria.
Jika Spanyol adalah tentang dominasi dan ketenangan, maka Austria adalah drama dan kerja keras.
Langkah Das Team ke babak 32 besar harus ditentukan lewat cara yang luar biasa dramatis di laga pamungkas Grup J.
Sempat di ambang pintu keluar setelah Aljazair unggul di masa injury time, penyerang jangkung Sasa Kalajdzic muncul sebagai juru selamat lewat gol penyama kedudukan 3-3 di menit ke-90+6.
Keberhasilan lolos sebagai runner-up grup ini sekaligus mengakhiri dahaga panjang publik Austria yang sudah tidak melihat tim mereka bertarung di fase gugur Piala Dunia sejak tahun 1954.
Gaya bermain pressing agresif yang disuntikkan pelatih Ralf Rangnick terbukti mampu merepotkan tim-tim besar.
Masalah utama mereka kini ada di lini belakang.
Kebobolan 6 gol selama fase grup menjadi alarm bahaya jika mereka tidak ingin dieksploitasi oleh kreativitas lini tengah Spanyol.
Jelang laga krusial ini Austria berharap cemas menanti kepastian kebugaran dua pilar veteran mereka, David Alaba dan Marko Arnautovic, yang sempat mendapat masalah lutut ringan.







