Menurut Mulyana, khusus untuk Langsat Tanjung, pengembangan dilakukan dengan metode sambung pucuk sehingga menghasilkan bibit unggul yang mampu berbuah lebih cepat dibandingkan tanaman biasa.
“Kalau biasanya langsat baru berbuah setelah tujuh hingga delapan tahun, dengan teknik sambung pucuk ini tanaman sudah dapat berbuah dalam waktu tiga sampai empat tahun,” katanya.
DKP3 juga mengembangkan inovasi terbaru berupa hormon perangsang pembungaan yang memungkinkan tanaman Langsat Tanjung berbuah hingga dua kali dalam setahun.
Sementara itu, untuk tahun 2026, DKP3 menargetkan mampu memproduksi sekitar 30.000 bibit durian khas Tabalong. Bibit tersebut nantinya akan disalurkan kepada masyarakat untuk dikembangkan di berbagai wilayah di Kabupaten Tabalong.
Mulyana berharap pengembangan bibit tanaman lokal ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat identitas Tabalong sebagai daerah penghasil tanaman unggulan khas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Harapannya, Tabalong memiliki bibit tanaman khas yang dikenal luas, memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan petani, sekaligus menjadi potensi unggulan daerah di masa mendatang,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Suhardi).
Editor Restu







