Misteri Jenazah Perempuan dalam Mobil di Bandara Juanda Terkuak, Ada Luka Robek di Telinga
WARTABANJAR.COM, SURABAYA - Akhirnya msiteri jenazah perempuan yang ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo, mulai terkuak.
Perempuan itu adalah Ruly Yunis Setiawati (50), warga Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jatim.
Ia adalah sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan.
Penyebab meninggalnya Ruly diduga dibunuh oleh orang yang belum diketahui, beberapa hari sebelum jenazahnya ditemukan.
Hal ini terlihat dari sudah mulai membusuknya jazad perempuan tersebut.
Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, mengungkapkan berdasar hasil pemeriksaan luar, ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga akibat kekerasan benda tumpul.
"Terdapat pula pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata," ujarnya.
Baca Juga: Diduga Ada Sosok Misterius di Balik Penemuan Jenazah Dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda
Baca Juga: Seminggu Full Remaja Nunukan Main Game Online, Petugas Sampai Dobrak Pintu Kamar
Selain itu ditemukan menemukan selaput lendir bibir atas dan bawah berwarna kebiruan sehingga diduga korban meninggal karena gangguan pernapasan atau lemas.
Sementara berdasar hasil pemeriksaan dalam, ternyata lidah, epiglotis, dan saluran napas bagian atas korban berwarna merah kehitaman. Dinding lambung juga berwarna merah kehitaman.
"Seluruh organ tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan. Perut yang tampak membesar bukan karena kehamilan, melainkan akibat proses pembusukan jenazah," tegas Ni Made Wiatini.
Meski demikian, ia belum bisa memastikan penyebab kematian Ruly karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
Saat dihubungi Wakil Bupati Bangkalan, Moh Fauzan Ja'far membenarkan korban adalah Sekretaris Dinas PRKP dan mobil Innova hitam yang ditemukan di area parki Bandara Juanda itu juga mobil dinas PRKP.
"Kami sangat berduka. Semoga dapat segera terungkap masalahnya," ucapnya.
Fauzan juga mengungkapkan selama ini Ruly mengemudikan sendiri mobil dinasnya itu.
Berdasar data kepegawaian, korban sudah sejak Kamis pekan lalu tidak masuk kantor.
Pada Senin (22/6/2026), seoranf staf menghubungi via WA untu meminta tanda tangan Ruly,