Hasil Pemungutan Suara Ulang Pilrek ULM, Prof Muthia Kembali Gagal Jadi Calon Rektor
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sesuai arahan Kemendiktisaintek, digelar pemungutan suara ulang Pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (Pilrek ULM).
Berdasar hasil pemungutan suara ulang Pilrek ULM oleh anggota Senat Universitas itu, satu kandidat yakni Prof Muthia Elma tersisih karena meraih dukungan suara terkecil.
Dengan demikian, Senat Universitas menetapkan tiga calon Rektor ULM yang diajukan ke Kemendiktisaintek yakni Prof Ahmad Alim Bachri, Dr Iwan Aflanie dan Dr Rusmansyah.
Hasil ini tidak berbeda dengan pemungutan suara sebelumnya yang telah "dianulir" Kemendiksaintek pada Rabu 22 Juli 2026 lalu
Ketua Panitia Pilrek ULM, Prof Ifrani melalui rilis mengatakan pemungutan suara ulang ini merupakan tindak lanjut dari Kemendiktisaintek bernomor 665/D/ST/B.1/KP.05.02/2026.
Pemungutan suara dilakukan di General Building ULM Kampus Banjarmasin, Rabu (19/8/2026) mulai pukul 10.00 Wita.
Ada dua tahap pemungutan suara yang dilakukan.
Baca Juga: Hari Ini Pemungutan Suara Ulang Pilrek ULM, Senat Kembali Pilih 4 Bakal Calon Rektor
Baca Juga: Beredar Kabar Kemendiktisaintek Minta Pilrek ULM Diulang, Dugaan Pelanggaran Saat Pemungutan Suara
Pada tahap pertama, Prof Ahmad Alim Bachri mendapat dukungan 34 suara disusul Dr Iwan Aflanie 22 suara, serta Prof Muthia Elma dan Dr Rusmansyah, masing-masing meraih 2 suara. Totalnya 60 suara.
Karena untuk calon ketiga, perolehan suaranya sama maka dilakukan pemungutan suara tahap kedua khusus untuk Prof Muthia Elma dan Dr Rusmansyah.
Hasilnya, Prof Muthia Elma mendapat dukungan 15 suara sementara Dr Rusmansyah 39 suara, sehingga total 54 suara.
Seusai penetapan tiga calon terpilih, dilakukan pengambilan nomor urut dengan hasil:
Nomor 1: Dr Rusmansyah
Nomor 2: Prof Ahmad Alim Bachri
Nomor 3: Dr Iwan Aflanie
Tahap selanjutnya yang akan dijalani ketiga calon rektor adalah wawancara dengan Mendiktisaintek.
Namunh, pelaksanaan wawancara masih menunggu informasi dari kementerian terkait waktu Mendiktisaintek.
"Untuk pemilihan dijadwalkan 2 September 2026, tetapi tentatif,” kata Ifrani.
Dalam pemilihan rektor, Kemendiktisaintek memiliki hak 35 persen, sementara 65 persen sisanya berasal dari anggota Senat ULM yang hadir. (wartabanjar.com)