WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Sidang mediasi lanjutan antara Ruben Onsu dan Sarwendah belum menemukan kesepakatan, Rabu (19/8/2026). 

Dugaan pertengkaran, membuat mediasi dinyatakan gagal di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. 

Dalam video yang beredar, konon Sarwendah sampai berteriak kepada pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang. 

Usai mediasi, Minola Sebayang bahkan mengaku mediasi gagal karena tidak ada kesepakatan waktu bertemu anak. 

Pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, melontarkan rencana untuk melakukan audit terhadap nafkah anak. 

Ruben ingin ada transparansi
total mengenai penggunaan dana tersebut.

Baca Juga Kabut Asap di Gambut Kabupaten Banjar, Truk Pembawa Sepeda Motor Terbalik

Baca Juga Kabut Asap Sudah Sepekan Selimuti Gambut, Ibu Hamil Sulit Cari Udara Segar Khawatirkan Janin

Reaksi tegas keluar pihak Sarwendah. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu.

Ia menilai permintaan audit nafkah tersebut sangat tidak lazim serta terkesan berlebihan.

"Kami siap menyampaikan pertanggungjawaban pelaporan terkait dengan biaya yang pernah diberikan," tegas Chris Sam Siwu saat ditemui di PN Jakarta Selatan. 

Menurutnya permintaan pihak Ruben tak masuk akal.

"Tetapi ya lucu aja ya. Audit itu kan biasa untuk perusahaan, untuk karyawan. Kalau yang mereka lakukan ini untuk kehidupan anak, anak
makan bakso di pinggir jalan lalu di minta bon bakso, ini kan agak menurut saya agak nggak lazim lah buat kami lawyer," ucapnya.

Mereka juga meminta Ruben Onsu untuk melakukan audit kesehatan demi menjamin keamanan anak-anak.
(Wartabanjar.com)