Jika berhasil diterapkan secara luas, teknologi ini berpotensi menjadi salah satu cara industri semikonduktor mengurangi ketergantungan pada DRAM.

Lantas, apakah pengujian yang dilakukan AMD dan MEXT bisa menjadi solusi dari krisis memori?

Sebagai konsep, teknologi seperti Predictive Memory Engine mungkin bisa menjadi salah satu cara untuk meredam tekanan krisis memori, terutama di data center yang saat ini menjadi pengguna DRAM terbesar.

Namun, pendekatan ini bisa dibilang bukan solusi utama yang menyelesaikan akar masalah.

Pasalnya, krisis memori tetap akan sangat dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan DRAM global dan tingginya permintaan dari industri AI yang tumbuh sangat cepat.

Krisis memori global sendiri terjadi karena permintaan DRAM meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, sementara produksi masih didominasi oleh sejumlah pemain besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron.

Kondisi ini membuat harga memori ikut naik dan menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam operasional data center.

Di sisi lain, menambah kapasitas produksi DRAM bukan solusi cepat, karena membutuhkan investasi besar dan waktu pembangunan yang panjang.

Akibatnya, industri mulai mencari alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan memori yang sudah ada, salah satunya seperti Predictive Memory Engine di atas, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari XDADevelopers. (Wartabanjar.com)