Tips Sehat, 8 Cara Atasi Nyeri Haid Secara Alami Termasuk Konsumsi Kunyit
WARTABANJAR.COM - Awal masa menstruasi, para wanita biasa mengalami nyeri haid, nyeri di perut bagian bawah. Cek tips sehatnya di bawah ini, Rabu (17/6/2026).
Nyeri haid kadang terasa berat dan tidak tertahankan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain nyeri di bagian perut, biasa nyeri haid disertai gejala mual, sakit kepala, dan pusing.
Gejala ini sebenarnya akan hilang tanpa diobati.
Berikut cara menghilangkan nyeri haid dengan skala ringan yang bisa Anda coba di rumah:
Baca Juga Tips Sehat, 6 Obat Pusing Alami yang Ada di Rumah
Baca Juga 5 Tips Atasi Bayi GTM, Jangan Beri Gadget
1. Kompres hangat.
Memberikan kompres hangat di area perut mampu meredakan nyeri.
Kompres hangat bisa meningkatkan aliran darah, menurunkan ketegangan otot, dan mengurangi rasa nyeri.
2. Pijat perut dengan minyak essensial
Anda bisa mengurangi rasa sakit haid dengan memijat bagian perut memakai minyak esensial.
Penelitian menemukan pijatan memakai campuran minyak esensial bisa mengurangi kram perut. Jenis minyak esensial yang digunakan seperti minyak lavender, mawar, kayu manis, cengkeh dan lainnya.
Caranya, campur minyak esensial dengan minyak jojoba atau minyak kelapa. Campuran ini bisa bekerja dan menyebarkan manfaat minyak ke area yang lebih luas. Setelah dicampurkan, gosokkan beberapa tetes di tangan lalu pijat perut dengan lembut.
Para ahli menjelaskan, memijat perut memakai gerakan melingkar selama lima menit setiap hari, bisa mengurangi kram dan meningkatkan sirkulasi darah di perut.
Lakukan sebelum dan selama periode haid. Pijatan pada tubuh bisa meredakan rasa sakit dan melepaskan senyawa endorfin. Senyawa ini bermanfaat untuk relaksasi otot dan efek sedasi.
3. Perbanyak minum air.
Cukupi kebutuhan cairan tubuhmu dengan minum air. Air hangat dapat membantu meredakan kram, yang bekerja untuk meningkatkan aliran darah di sekitar kulit serta melemaskan otot-otot yang kram.
Jika bosan dengan air putih, Anda bisa mengonsumsi jenis-jenis makanan yang banyak mengandung air seperti timun, semangka, daun selada, seledri, atau beri-berian.
4. Mengkonsumsi pisang.