Tanggapi Tuntutan Mahasiswa, Muhidin Singgung Pendidikan hingga Taman Nasional Meratus

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin menanggapi sejumlah tuntutan yang disampaikan massa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan saat berdialog di teras Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Jumat (5/6/2026).

Berbagai isu dibahas dalam dialog tersebut, mulai dari pendidikan, keberadaan Taman Nasional Meratus, persoalan lahan di Sido Mulyo hingga pembangunan stadion.

Sorotan mahasiswa terhadap sektor pendidikan mendapat perhatian khusus dari Muhidin.

Ia mengakui kualitas pendidikan di Kalimantan Selatan masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan daerah lain.

“Kalau kita mengambil kedokteran biasanya di ULM, kita selalu kalah dengan luar daripada Pulau Kalimantan Selatan. Pasti orang di luar daripada pulau kita yang menduduki dan lulus tes kedokteran itu,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah berencana melakukan asesmen terhadap guru untuk mengetahui kualitas pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik.

Isu lain yang turut mengemuka dalam dialog tersebut adalah keberadaan Taman Nasional Meratus yang dinilai berdampak terhadap ruang hidup masyarakat adat.

Muhidin menegaskan pemerintah daerah tidak akan mencabut status Taman Nasional Meratus.

Ia menyebut keberadaan taman nasional memiliki fungsi penting dalam menjaga kawasan konservasi sekaligus membuka peluang bantuan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

“Taman Nasional itu pemerintah bisa membantu masyarakat daerah sana. Jadi bukan pemerintah untuk membatasi aktivitas yang ada karena Taman Nasional itu,” jelasnya.