Selanjutnya, SISBISIK POL PP atau Sistem Pembinaan Mental dan Fisik Polisi Pamong Praja yang dikembangkan sebagai sistem berbagi informasi dan komunikasi internal untuk memperkuat koordinasi antar petugas di lapangan maupun manajemen, sehingga informasi strategis tersampaikan cepat serta tepat.
Terakhir, SPARCO atau Satuan Praja Rolling To School untuk mendukung pengelolaan administrasi dan pelaporan kegiatan secara lebih sistematis, terintegrasi serta akuntabel.
Menurut Noor Aspariah, melalui inovasi-inovasi tersebut, pihaknya berupaya menghadirkan sistem kerja yang lebih efektif, mempercepat respons terhadap aduan masyarakat serta meningkatkan koordinasi internal maupun lintas sektor, sehingga kehadiran Satpol PP benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Inovasi-inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga perubahan pola kerja yang lebih modern dan kolaboratif,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap personel Satpol PP Balangan didorong memiliki kemampuan adaptasi, responsivitas serta komitmen memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Dengan berbagai inovasi yang telah diimplementasikan, Satpol PP Balangan optimis dapat meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat kepercayaan masyarakat serta mendukung terwujudnya daerah yang aman, tertib dan kondusif sebagai fondasi utama pelaksanaan pembangunan daerah berkelanjutan,” tambahnya.
Satpol PP Balangan sendiri terus melakukan terobosan melalui pengembangan inovasi berbasis kebutuhan lapangan dan pemanfaatan teknologi informasi. (Wartabanjar.com/Fikri/*)







