“Pancasila telah membuktikan ketangguhannya sebagai bintang penuntun bangsa. Di tengah berbagai tantangan global, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman,” katanya.
Ia menambahkan, Pancasila menjadi jangkar moral dalam menghadapi perubahan zaman, termasuk saat bangsa menghadapi tantangan baru seperti kedaulatan informasi, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan transformasi digital.
Habib Taufani menegaskan, kebangkitan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerusnya.
Karena itu, pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, penguatan karakter, dan perlindungan generasi muda harus menjadi perhatian bersama.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menyiapkan generasi penerus yang unggul, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bekerja, melayani masyarakat, menghormati perbedaan, hingga memperkuat persatuan dan kerukunan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga toleransi, meningkatkan literasi digital, serta melawan segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan disinformasi yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Taufani juga menyinggung peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Proklamasi Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.







