WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Kabupaten Tabalong akan menyalurkan bantuan pengembangan komoditas kopi seluas 25 hektar pada minggu pertama Juni 2026.
Bantuan tersebut berupa 25.000 bibit kopi yang akan diberikan kepada masyarakat di tiga kecamatan, yakni Jaro, Muara Uya, dan Kecamatan Tanjung.
Kepala Bidang Perkebunan DKPPP Tabalong, Anik Patsih Wati, pada Minggu (31/5/2026), mengatakan yang disalurkan merupakan kopi klon liberika yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran.
Jenis kopi ini dinilai memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Tabalong.
“Liberika ini termasuk kopi dengan harga tinggi dan sudah masuk kelas kafe, sehingga bisa dikembangkan menjadi berbagai variasi sajian,” ujarnya.
Selain memiliki nilai jual yang menjanjikan, kopi liberika juga memiliki sejumlah keunggulan dari sisi budidaya.
Tanaman ini lebih tahan terhadap suhu panas dan tidak memerlukan tanaman pelindung, berbeda dengan kopi robusta yang umumnya membutuhkan naungan.
“Ini menjadi keunggulan tersendiri, terutama untuk kondisi lahan di Tabalong yang relatif terbuka,” tambah Anik.
BACA JUGA: Bibit Kopi Liberika Siap Disalurkan, Targetkan 25 Hektar Lahan di Tabalong Kalsel
BACA JUGA: Dinsos P3AP2KB Tabalong Salurkan Bantuan Sembako Tahap II, Sudah Diterima 7.818 KPM
Program bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong pengembangan komoditas kopi di daerah, meningkatkan produksi perkebunan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.







