WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Kabupaten Tabalong berencana menyalurkan bantuan pengembangan komoditas kopi seluas 25 hektar pada 2026.
Bantuan tersebut berjumlah 25.000 bibit kopi yang akan diberikan kepada masyarakat di tiga kecamatan yakni Kecamatan Jaro, Muara Uya dan Kecamatan Tanjung.
Kepala Bidang Perkebunan DKPPP Tabalong, Anik Patsih Wati mengatakan bibit yang disalurkan merupakan klon liberika, yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran.
“Liberika ini termasuk kopi dengan harga tinggi dan sudah masuk kelas kafe, sehingga bisa dikembangkan menjadi berbagai variasi sajian,” ujar Anik pada wartabanjar.com, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, selain memiliki nilai jual yang tinggi, kopi liberika juga memiliki keunggulan dari sisi budidaya.
Tanaman ini dinilai lebih tahan terhadap suhu panas dan tidak memerlukan tanaman pelindung, berbeda dengan kopi robusta yang umumnya membutuhkan naungan.
“Ini menjadi keunggulan tersendiri, terutama untuk kondisi lahan di Tabalong yang relatif terbuka,” tambahnya.
Diharapkan bantuan bibit kopi ini mampu mendorong peningkatan produksi sekaligus kesejahteraan petani di daerah tersebut.
DKPPP Tabalong memperkirakan penyaluran bibit akan dilakukan pada pertengahan tahun 2026, menyesuaikan dengan kesiapan lahan dan kelompok tani penerima manfaat. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu







