WARTABANJAR.COM – Para pemilik mobil bensin siap-siap dengan kebijakan pemerintah soal bensin campur etanol 20 persen (E20) yang diberlakukan pada 2028.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, penerapan ini untuk menekan ketergantungan impor minyak.
Penerapan E20 terinspirasi dari keberhasilan program mandatori biodiesel, yang saat ini sudah mencapai B40 alias campuran 40 persen minyak sawit dengan solar.
“Kalau kita mandatori 20 persen (etanol), berarti kita kurangi impor bensin 8 juta kiloliter (KL),” ungkapnya dalam keterangan tertulis, akhir pekan tadi.
Baca Juga: Harga BBM Naik Lagi, 3 Mobil Diesel Ini Sedot Jutaan Rupiah untuk Full Tank
Baca Juga: Memindah Isi Gas Elpiji 3 Kilogram ke Tabung Portable Sangat Berisiko
Menurut Bahlil, Indonesia memiliki potensi bahan baku etanol yang melimpah, mulai dari singkong, jagung, hingga tebu.
Karena itu, pemerintah menilai program pencampuran etanol dapat menjadi strategi baru dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Ia pun mengaku telah mempelajari penerapan campuran etanol di Brasil yang sudah lebih dulu menjalankan kebijakan tersebut.







