Selain sedang mengembangkan bensin E20, pemerintah juga menyiapkan diversifikasi energi lain yaitu Compressed Natural Gas (CNG), sebagai alternatif Liquefied Petroleum Gas (elpiji) rumah tangga.
Saat ini, Indonesia tercatat mengimpor 7,47 metrik ton (MT) elpiji per tahun.
Hal ini karena produksi dalam negeri hanya sekitar 1,94 MT, yang cuma memenuhi seperlima dari kebutuhan nasional.
Apalagi, subsidi elpiji menelan hampir Rp 80 triliun-Rp 87 triliun per tahun dari kas negara.
Saat ini, teknologi CNG sudah diujicobakan di restoran dan sejumlah dapur program makan bergizi gratis (MBG), serta sedang disiapkan untuk pasar rumah tangga. (Wartabanjar.com)







