WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kelompok terbang (Kloter) BDJ 08 yang menjadi kloter besar terakhir jemaah haji asal Kalimantan Tengah pada fase pemulangan berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin, Minggu (14/6/2026) pukul 13.40 Wita.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Ketua PPIH Debarkasi Haji Banjarmasin, Dr. H. Eddy Khairani, menjelaskan bahwa BDJ 08 merupakan rombongan besar terakhir jemaah asal Kalimantan Tengah yang kembali ke tanah air.

Walau demikian, masih terdapat beberapa jemaah yang akan pulang bersama kloter berikutnya.

Dengan demikian, total jemaah haji 2026 debarkasi Banjarmasin yang telah tiba di Banua berjumlah 2.872 orang.

"Kloter ini gabungan dari Kabupaten Barito Selatan, Kapuas, Pulang Pisau dan Palangkaraya. Di kloter ini juga terdapat jemaah asal Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar," ujar Eddy Khairani, dikutip dari laman Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Selatan (Kemenhaj Kalsel).

Menurutnya, Kalimantan Tengah pada musim haji tahun ini memberangkatkan lima kloter jemaah, terdiri atas empat kloter utuh dan satu kloter gabungan bersama jemaah Kalimantan Selatan.

Hal tersebut menunjukkan kuatnya koordinasi antara dua provinsi yang selama ini berada dalam satu sistem embarkasi dan debarkasi.

"Secara geografis memang kita terpisah namun secara sistem pemberangkatan dan pemulangan kita satu kesatuan yaitu Embarkasi dan Debarkasi Haji Banjarmasin," tuturnya.

Eddy menambahkan bahwa proses pemulangan jemaah haji 2026 hingga saat ini berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dari total kloter yang masih berada di Arab Saudi, sebagian besar telah memasuki fase akhir sebelum kembali ke Indonesia.

"Saat ini ada lima kloter yang sudah berada di Madinah dan menyisakan satu kloter yang masuk fase pemulangan gelombang pertama yaitu BDJ 09," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jemaah haji dan petugas yang tergabung dalam gelombang kedua akan kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah, berbeda dengan gelombang pertama yang sebelumnya berangkat melalui Jeddah.