Sentuhan Kearifan Lokal Tanah Laut, Stand SD Jorong Pikat Hati Pengunjung Tala Education Expo 2026
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Gelaran Tala Education Expo 2026 menjadi panggung pembuktian bagi kreativitas dunia pendidikan di Bumi Tuntung Pandang.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah stand jenjang Sekolah Dasar (SD) dari Kecamatan Jorong yang menyuguhkan kolaborasi apik antara inovasi akademik dan kearifan lokal, Selasa (5/5/2026).
Berlokasi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, stand ini tidak sekadar memajang alat peraga, melainkan menghadirkan 24 menu inovasi utama yang lahir dari tangan dingin para guru dan siswa.
Program-program seperti Eco Enzyme Sejuta Manfaat, Bapandir BOS, hingga Bakul Baras menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin melihat langsung transformasi pendidikan di wilayah pesisir Tanah Laut tersebut.
Manajemen Bergilir dan Sentuhan Lokal
Pengelolaan stand ini terbilang cukup sistematis.
Dari total 24 sekolah dasar yang ada di Kecamatan Jorong, panitia membagi jadwal tampil menjadi delapan sekolah per hari selama tiga hari pelaksanaan (4-6 Mei 2026).
Strategi ini memastikan setiap sekolah memiliki ruang untuk memamerkan identitas uniknya, termasuk menyajikan jajanan khas yang mengangkat kearifan lokal masing-masing.
Pengawas Sekolah SD Kecamatan Jorong, Taufik Nor, M.Pd, menyatakan bahwa keberhasilan stand ini merupakan buah dari sinergi lintas lini, mulai dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Kelompok Kerja Guru (KKG), hingga mitra sekolah.
“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kerja keras panitia dan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari K3S, KKG hingga mitra sekolah. Kami bangga melihat kekompakan dan kebersamaan kepala sekolah, guru, dan siswa,” ujar Taufik dengan nada bangga.
Mendorong Pemerataan Kualitas Pendidikan
Tala Education Expo 2026 ini mengusung tema besar: “Bersama dalam Kolaborasi Semesta Tanah Laut Sukseskan SPMB Berkeadilan demi Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Kehadiran inovasi dari tingkat SD ini dianggap sebagai langkah nyata dalam mendukung Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan (SPMB) yang inklusif.
Melalui pameran ini, Kecamatan Jorong seolah ingin mengirimkan pesan bahwa jarak dari pusat kota bukan hambatan untuk melahirkan prestasi.