Debit Sungai Barabai Naik, Jalan dan Permukiman di HST Mulai Tergenang
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Debit air Sungai Barabai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, terus mengalami kenaikan setelah hujan deras mengguyur sejumlah wilayah sejak Minggu (17/5/2026) hingga Senin (18/5/2026) pagi.
Pantauan wartabanjar.com di lokasi, luapan sungai mulai menggenangi sejumlah ruas jalan di Kota Barabai, terutama kawasan sekitar Lapangan Dwi Warna.
Air berwarna coklat terlihat meluber ke badan jalan dengan arus yang cukup deras di sejumlah titik kawasan Kota Barabai. Hingga pukul 11.18 Wita, debit air masih terus mengalami kenaikan di sejumlah titik.
Baca Juga: Respons Cepat Bupati Tanah Laut Soal Keluhan Pasokan BBM Bagi Warga Pesisir
Baca Juga: Pemkab Balangan Hadiri Peresnian 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Juai
Sejumlah kawasan yang mulai terdampak genangan di antaranya Jalan Kemasan, Jalan Mahala, Jalan Kampung Melayu, Jalan Ulama, Jalan Bulau Sarigading, Jalan Kampung Kadi, Jalan Hevea, kawasan halaman Lapangan Pelajar, hingga beberapa titik pasar dan ruas jalan lainnya.
Sementara di aliran Sungai Barabai, arus sungai terlihat membawa ranting serta material kayu kecil dari kawasan hulu.
Selain mengganggu aktivitas lalu lintas, luapan air juga mulai masuk ke permukiman warga yang berada di bantaran Sungai Barabai.
Salah satu warga, Ansari mengatakan genangan mulai masuk ke rumah warga di kawasan Bungur Jalan Mahala RT 3 RW 9.
“Air di dalam rumah sudah mencapai sekitar 20 sentimeter, termasuk di kawasan Gang hingga pinggang,” ujarnya.
Sebelumnya, kenaikan debit air juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Hantakan, Batu Benawa hingga kawasan objek wisata sungai.
Kepala BPBD dan Damkar HST melalui Kasi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST, Fitriadi, mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak sejak pagi hari.
“Tim masih di lapangan melakukan monitoring. Sejauh ini yang terjadi merupakan luapan sungai akibat tingginya debit air,” jelasnya.
Ia menyebut beberapa wilayah terdampak mengalami genangan di akses jalan maupun permukiman warga, terutama kawasan yang berada dekat bantaran sungai.