WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kabut asap kembali menyelimuti Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (28/8/2026) pagi. 

Di beberapa ruas jalan, seperti Jalan Trikora Liang Anggang kondisi kabut hampir mengurangi jarak pandang pengendara. 

"Jelas terganggu, karena kalau pagi hari sudah sering seperti ini. Apalagi kita pakai truk, pandangan terhalang," kata salah satu pengguna jalan Jack. 

Hal senada dirasakan pengemudi lainnya, Pak Muh. Ia memilih menepi sembari menunggu kabut hilang.

"Kabut seperti ini tidak berani jalan, dampaknya ini menggangu pandangan supir," terangnya. 

Warga Liang Anggang, Arifia mengaku dampak kesehatannya terganggu lantaran adanya kabut asap ini.

Setiap hari, Ia harus melewati Liang Anggang menuju Banjarbaru demi mengantarkan anaknya bersekolah. 

"Sudah mulai merasa batuk, anak-anak juga sama. Tiap kali di jalan mata perih," sebutnya. 

Baca Juga Sempat Pingsan Usai Padamkan Karhutla, Relawan Tim Serbu Api Palangkaraya Meninggal

Baca JugaPolres Banjarbaru Dalami Penyebab Karhutla di Jalur Menuju Bandara Syamsudin Noor

"Anak-anak juga ngeluh, soal pernapasan," lanjutnya . 

Terpisah, PMG Ahli Madya Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Dedy Supratono menjelaskan, pekatnya kabut asap hari ini merupakan dampak dari karhutla pada satu hari sebelumnya. 

"Titik hotspot yang terdeteksi lebih banyak dari hari sebelumnya, khususnya Banjarbaru ada 59 hospot," ungkapnya. 

Kondisi kabut asap, papar Dedy sering kali terjadi pada pukul 3 hingga 9 pagi.

"Dari peta sebaran asap terdekteksi adanya asap di wilayah Kalsel bagian barat dan utara," katanya. 

Pantauan kualitas udara, berdasarkan hasil konsentrasi partikulat PM2,5 di stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan menunjukkan kualitas udara melonjak tajam masuk kategori berbahaya mencapai 356.7 356.7 µg/m³. (Wartabanjar.com).