VIRAL! Diduga Sudah Tak Cinta, Suami Masukan Istri ke di RSJ Kaki Tangan Diikat, Ini Klarifikasi Rumah Sakit
Rumah sakit menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dilakukan sembarangan dan telah sesuai dengan standar operasional prosedur medis.
“Pelaksanaan restrain dilakukan atas rekomendasi Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), dalam hal ini dokter spesialis psikiatri, dengan mempertimbangkan kondisi medis pasien,” lanjut keterangan tersebut.
Selain itu, alat yang digunakan untuk mengikat pasien disebut merupakan alat medis khusus dan digunakan oleh tenaga kesehatan yang telah terlatih.
Pihak rumah sakit juga menyatakan bahwa sebelum tindakan medis dilakukan, tim tenaga kesehatan telah melakukan proses skrining dan asesmen terhadap kondisi pasien sesuai prosedur pelayanan yang berlaku.
Namun dalam klarifikasi tersebut, pihak rumah sakit tidak menjelaskan secara rinci mengenai hasil pemeriksaan atau diagnosis kejiwaan terhadap wanita yang terekam dalam video.
Diduga Berawal dari Masalah Rumah Tangga
Berdasarkan keterangan yang beredar di media sosial, wanita tersebut disebut memiliki masalah rumah tangga dengan suaminya yang diduga suami sudah tidak mencintai istrinya usai persoalan di tempat kerja.
Cekcok rumah tangga itu disebut berujung pada keputusan sang suami membawa istrinya ke rumah sakit dengan alasan berobat.
Namun menurut keterangan dalam unggahan tersebut, wanita itu justru dibawa ke rumah sakit jiwa dengan keterangan yang diduga tidak sesuai.
“Pelaku info ke mertuanya mau membawa istrinya yang sakit berobat ke rumah sakit bagus. Ternyata istrinya dibawa ke rumah sakit jiwa dengan keterangan palsu sudah satu bulan,” tulis akun yang mengunggah video tersebut.
Bahkan beredar pula tangkapan layar percakapan yang diklaim menunjukkan sang suami ingin memasukkan istrinya ke RSJ Soeharto Heerdjan hingga satu tahun.
Dalam percakapan itu juga disebutkan bahwa dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut merupakan rekan sekolah sang suami semasa SMA.
Wanita tersebut juga dikabarkan sempat meminta bantuan kepada petugas keamanan rumah sakit dengan menulis pesan di secarik kertas agar keluarganya dihubungi.