WARTABANJAR.COM, IKN- Menteri Agama, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa program Ramadan di IKN akan terhubung dengan negara-negara Asia Tenggara melalui kegiatan bersama.

Kabar itu ia sampaikan usai melaksanakan salat tarawih berjemaah di Masjid Negara IKN, Jumat (20/2/2026) lalu.

“Program Ramadhan nanti akan kita adakan Nuzrul Quran secara nasional di sini. Nuzrul Quran kita itu kerja sama juga dengan Asia Tenggara jadi Masjid Brunei, Malaysia, Singapura itu live diikuti juga oleh orang-orang kita di Asia Tenggara. Nanti takbirnya juga takbir paralel Istiqlal, IKN dan juga masjid-masjid Asia Tenggara,” ujarnya, dikutip dari laman Kementerian Agama RI, Minggu (22/2/2026).

Menag menjelaskan kerja sama tersebut berada dalam forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia, dan Singapura (MABIMS), yang juga melibatkan sejumlah wilayah sebagai pengamat.

“MABIMS itu adalah kerja sama antara Menteri Agama di Asia Tenggara, ada Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Yang menjadi pengamat juga adalah Timor Leste, Thailand Selatan, serta Filipina, dan ini cikal bakalnya dari Champa di Kamboja karena Islam itu datang dari sana juga,” katanya.

Menurut Menag, posisi IKN akan diperkuat sebagai simpul baru pertemuan dan kerja sama Islam kawasan.

“Nah, jadi inilah Istiqlal Nusantara menjadi mediator Islam Asia Tenggara,” sebutnya.

BACA JUGA: Manfaat Istigfar di Bulan Puasa Bisa Kembalikan Kebaikan-kebaikan Hidup yang Ditunda Allah karena Dosa

Sementara itu, terkait pelaksanaan salat tarawih di Masjid Negara IKN bukan sekadar ibadah Ramadan, tetapi juga penanda bahwa Indonesia menyiapkan ibu kota barunya sebagai mediator Islam Asia Tenggara.

Masjid Negara IKN berdiri di atas lahan seluas 76.647 meter persegi, memiliki empat lantai dan dua lantai mezzanine, serta mampu menampung sekitar 29.000 jemaah. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu