"Empat anak saya menguap begitu saja. Tidak ada satu potong pun yang tersisa untuk dimakamkan. Ke mana mereka pergi?" tanyanya pilu.

Tragedi Gaza kini bukan lagi soal statistik angka kematian, melainkan tentang hilangnya martabat manusia yang bahkan untuk sekadar dimakamkan secara layak pun, haknya dirampas oleh teknologi pemusnah massal. (wartabanjar.com/inilah.com)

Editor: Yayu