Ia pun terlibat dalam komunitas Murakata Adventure, menunjukkan luasnya jejaring dan minatnya dalam aktivitas budaya maupun sosial.

Regenerasi Jadi Tantangan Terbesar

Menurutnya, tantangan terbesar kesenian di HST saat ini adalah regenerasi. Banyak pelaku seni yang sudah berusia lanjut, sementara minat generasi muda masih terbatas, khususnya dalam bidang tari laki-laki.

“Karena itu harus ada pola pembinaan yang berjenjang. Kita latih dulu, kemudian ada asisten pelatih, nanti asisten itu menjadi pelatih, lalu dibentuk lagi asisten berikutnya. Siklusnya harus terus berjalan,” tambahnya.

Ia menilai seni perlu dikelola dengan manajemen yang baik agar tidak hanya bergantung pada momentum sesaat.

“Budaya adalah identitas. Kalau tidak dijaga dan dikembangkan, akan hilang dengan sendirinya,” katanya.

Terus Membina Seni Hingga Kini

Hingga kini, Muhammad Yani masih aktif membina kegiatan seni di Hulu Sungai Tengah. Selain di Balai Rakyat, ia juga turut mendorong aktivitas kesenian di kawasan Jalan Munti Raya, lokasi yang dulunya merupakan SMPN 3 Barabai.

Di tempat tersebut, para pelajar terlibat dalam berbagai kegiatan kreatif. Ia bahkan mengembangkan rumah anggrek yang kerap menjadi ruang berkumpul dan latihan komunitas seni.(wartabanjar.com/Adew)

editor: nur_muhammad