WARTABANJAR.COM, BARABAI – Di tengah padatnya agenda pemerintahan dan tanggung jawab sebagai pejabat publik, tidak banyak birokrat yang tetap konsisten hadir di ruang-ruang kesenian. Namun di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dunia seni dan birokrasi justru berjalan beriringan dalam satu sosok: Drs. Muhammad Yani.
Dikenal sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten HST, Muhammad Yani tidak hanya menjalankan tugas administrasi dan koordinasi pemerintahan, tetapi juga aktif membangun ruang-ruang kreatif sebagai wadah ekspresi bagi seniman dan generasi muda.
Merintis Sastra Lapak Dwi Warna Sejak 2011
Keterlibatan Muhammad Yani di dunia seni mulai lebih terstruktur sejak 2010. Setahun kemudian, pada 2011, bersama sejumlah seniman lokal, ia merintis “Sastra Lapak Dwi Warna”, sebuah ruang kreatif terbuka untuk berbagai aktivitas kesenian.
Konsep “lapak” dipilih sebagai simbol gerakan sederhana, fleksibel, dan dekat dengan masyarakat.
Bertempat di kawasan Lapangan Dwi Warna Barabai dan Balai Rakyat, kegiatan seni digelar rutin hampir setiap malam, kecuali malam Jumat. Aktivitasnya beragam, mulai dari:
pembacaan puisi
diskusi sastra
pertunjukan teater
musik dan seni rupa
komunitas bahasa Inggris
Dilibatkan sebagai Pembina Dewan Kesenian HST
Konsistensi tersebut membuat Dewan Kesenian Hulu Sungai Tengah melibatkan dirinya sebagai pembina. Bahkan pada periode 2016–2017, Muhammad Yani dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian HST.
Selama memimpin, ia mendorong pembinaan seni sejak usia dini, termasuk kegiatan lomba mewarnai bagi anak TK serta pembaruan simbol dan identitas kegiatan seni yang sempat vakum.
