Air Tak Kunjung Surut, Warga Jejangkit Batola Haru Sambut Kedatangan Istri Gubernur Kalsel Bawa Bantuan
“Walaupun tidak seberapa, semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat. Pemerintah akan terus berupaya mencari solusi terbaik untuk penanganan banjir di wilayah ini,” tambahnya.
Kehadiran istri Gubernur ini membuat warga merasa tidak sendiri. Warsinah (48), salah satu warga Desa Sampurna, mengaku terharu karena mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah.
“Banjir ini sangat mengganggu kehidupan kami. Anak-anak sulit sekolah, orang tua sulit bekerja. Bantuan ini sangat berarti, kami hanya berharap banjir cepat surut,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Jejangkit, Ardian, menjelaskan bahwa banjir telah berdampak pada tujuh desa di wilayahnya dengan total sekitar 2.200 kepala keluarga terdampak. Sebagian besar warga masih bertahan di rumah karena keterbatasan tempat pengungsian.
Menurutnya, banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan sungai yang membuat genangan bertahan lama. Dampaknya terasa pada transportasi, ekonomi, hingga pendidikan.
“Beberapa jalan darat tidak bisa dilalui. Warga terpaksa menggunakan jukung untuk aktivitas sehari-hari. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi untuk penanganan banjir dan penyaluran bantuan,” jelas Ardian.
Ia mengapresiasi kehadiran langsung istri Gubernur Kalsel yang dinilainya menjadi suntikan semangat bagi warga.
“Kehadiran beliau menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat. Ini menjadi harapan besar bagi warga Jejangkit,” katanya.
Selain bantuan sembako, pemerintah kecamatan juga terus melakukan pendataan serta mengupayakan bantuan kesehatan dan logistik, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
Di tengah genangan air yang belum surut, perhatian dan kepedulian dari pemerintah menjadi cahaya harapan bagi warga Jejangkit. Mereka kini hanya berharap satu hal, agar banjir segera berlalu dan kehidupan bisa kembali normal seperti sediakala.(md/adpim)
editor: nur_muhammad