Daerah dengan kapasitas fiskal kuat ditandai oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih tinggi dibandingkan transfer dari pusat. Sementara daerah dengan kapasitas fiskal lemah masih sangat bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.

Kondisi ini, menurut Tito, seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk lebih disiplin dan cerdas dalam mengelola anggaran, bukan justru menghamburkannya untuk belanja konsumtif.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad