WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) terus memperluas perannya sebagai pusat ibadah dan peradaban Islam dengan menjalin komunikasi dan kerja sama internasional. Hal tersebut ditandai melalui safari silaturrahim Pengurus MASK ke Kantor Atase Keagamaan Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis dalam bidang pendidikan Islam, dakwah, dan kebudayaan antara Indonesia dan Arab Saudi.

Rombongan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa dipimpin langsung Ketua Dewan Pengurus MASK, Setyanto P. Santosa, dan diterima oleh Atase Keagamaan Kedubes Arab Saudi, Syaikh Ahmad Bin Essa Al-Hazimi. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Dalam dialog tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang bersifat jangka panjang dan berkelanjutan, khususnya penguatan kapasitas sumber daya manusia masjid. Fokus pembahasan meliputi peningkatan kualitas imam, khatib, serta pengelola masjid melalui program pembinaan keilmuan dan pelatihan keislaman.

Setyanto P. Santosa menyampaikan bahwa Masjid Agung Sunda Kelapa, yang pada 2026 genap berusia 55 tahun, berkomitmen untuk terus berbenah dan memperkuat peran strategisnya sebagai masjid di pusat ibu kota negara.

“Sebagai masjid yang berada di pusat Jakarta, Masjid Agung Sunda Kelapa ingin terus berkontribusi dalam penguatan dakwah dan pendidikan Islam. Kami berharap dapat menjalin kerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi, termasuk peluang menghadirkan imam dari Makkah pada bulan suci Ramadhan serta program-program keumatan lainnya,” ujarnya.

Selain kerja sama pendidikan dan dakwah, pertemuan tersebut juga membahas rencana penyelenggaraan pameran kebudayaan Arab–Indonesia. Kegiatan ini diharapkan menjadi media diplomasi budaya yang memperkenalkan kekayaan peradaban Islam kedua negara serta memperkuat pemahaman lintas budaya di tengah masyarakat global.

“Melalui pameran ini, kami berharap masyarakat dapat melihat bagaimana peradaban Islam berkembang di berbagai belahan dunia, sekaligus memperkuat persaudaraan Islam dan nilai-nilai kemanusiaan,” tambah Setyanto.