Sebaliknya, fitur permainan atau gamifikasi hanya diminati sekitar 31 persen konsumen, sementara fitur lelang tercatat paling rendah dengan minat sekitar 7 persen.

Metode promosi melalui afiliator juga mencatatkan kinerja positif. Sebanyak 54 persen konsumen melakukan pembelian melalui tautan yang dibagikan afiliator di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, Facebook, hingga YouTube.

Harbolnas 2025 merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta idEA. Program ini diluncurkan pada 4 Desember 2025 di Jakarta.

Ke depan, Harbolnas diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi nasional pada triwulan IV. Bersama program EPIC Sale dan BINA Great Sale, pemerintah menargetkan total nilai transaksi gabungan hingga Rp 110 triliun sepanjang 2025.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad