Mengutip berbagai sumber pada Kamis (1/1/2026), hal ini bisa terjadi ketika dua titik cahaya lagi terlihat di samping matahari yang asli karena pembiasan sinar matahari dalam kristal es di atmosfer.
Ini paling sering terlihat di es yang berat dalam cuaca cerah, terutama di musim dingin.
Fenomena alam ini tidak menimbulkan bahaya.
(wartabanjar.com/yayu)
Editor: Yayu






