Wali Kota Sibolga Diduga Terjebak Longsor, Hilang Kontak 48 Jam Lebih di Tapteng
WARTABANJAR.COM, SIBOLGA – Situasi darurat melanda Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah. Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazri Penarik hingga kini masih hilang kontak sejak Selasa (25/11/2025) siang dan belum ada kabar terbaru sampai Kamis (27/11/2025) malam. Syukri terakhir melaporkan dirinya terjebak longsor di kawasan Sitahuis, Tapteng, saat bencana banjir dan longsor besar memutus akses dan jaringan komunikasi.
Wilayah tersebut diketahui benar-benar terisolasi, membuat upaya pencarian dan komunikasi sangat terbatas.
Ketua DPP NasDem Teritorial Sumatera I, Bakhtiar Ahmad Sibarani, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai cara untuk menghubungi Syukri namun semua jalur komunikasi tidak berhasil tersambung. Kondisi lapangan yang kacau akibat cuaca ekstrem membuat posisi terkini Syukri sulit dipastikan.
BACA JUGA: MUI Tetapkan Buang Sampah ke Laut & Sungai sebagai Perbuatan Haram, Ini Alasannya
Bakhtiar mengungkapkan, Syukri awalnya berada di Medan ketika bencana besar mulai melanda Sibolga dan Tapteng. Saat mendapat laporan soal hujan ekstrem pada Senin malam, Syukri langsung bergerak pulang ke daerahnya untuk memantau situasi.
Komunikasi terakhir terjadi pada Selasa pagi (25/11). Telepon tak tersambung, dan Syukri hanya sempat mengirim pesan WhatsApp singkat yang menyebut dirinya terjebak di Sitahuis serta kesulitan mencari sinyal.
“Dia mengirim pesan soal kondisi terjebak di Sitahuis dan tidak ada jaringan di sana,” ujar Bakhtiar, Jumat (28/11/2025).
Pesan tersebut—terkirim pukul 11.10 WIB—menjadi komunikasi terakhir dari Syukri. Dalam pesan itu, ia menyampaikan tidak bisa menuju Sibolga karena akses tertutup banjir dan longsor, sementara jalan ke arah Tapanuli Utara juga tidak mungkin ditembus akibat bencana serupa.
Sejak saat itu, seluruh upaya menghubungi ponselnya gagal total. Hingga kini, keberadaan Wali Kota Sibolga tersebut masih misterius, sementara upaya pencarian terus dilakukan meski terhambat jalur ekstrem dan kondisi cuaca yang belum bersahabat.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur muhammad