Basarnas mengungkapkan bahwa mereka telah menggelar delapan operasi penyelamatan di berbagai titik terdampak. Kekuatan tambahan dari kantor SAR yang tidak terdampak sudah dikerahkan menggunakan armada laut dan darat.

“Namun beberapa jalur darat masih terputus. Kami memprioritaskan penyelamatan korban yang masih terisolasi dan yang dilaporkan hilang,” kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Pemulihan Infrastruktur Dimulai, Status Darurat Ditetapkan

Seluruh daerah terdampak telah menetapkan status darurat bencana, memberikan dasar hukum bagi pemerintah pusat untuk mengerahkan sumber daya, termasuk penggunaan Dana Siap Pakai dan percepatan relokasi anggaran daerah.

Pemerintah juga menyiapkan opsi pengiriman bantuan melalui jalur udara untuk wilayah yang tidak bisa dijangkau lewat darat.

Selain penanganan cepat, pemerintah menekankan pemulihan jangka panjang seperti rehabilitasi hutan, penataan penggunaan lahan, serta optimalisasi waduk dan aliran sungai.

“Ini persoalan nyawa. Pemerintah bergerak cepat, terkoordinasi, dan masif untuk memastikan semua warga terdampak tertangani dengan baik,” tegas Pratikno.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur muhammad