WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pemerintah bergerak cepat setelah banjir dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi tegas untuk mempercepat penanganan darurat sekaligus memulai langkah pemulihan infrastruktur penting yang rusak.
“Presiden memerintahkan penanganan darurat yang serius dan cepat. Dalam waktu yang sama, kami menyiapkan pemulihan agar infrastruktur yang terdampak bisa segera berfungsi kembali,” ujar Pratikno dalam Rapat Tingkat Menteri Percepatan Penanganan Banjir dan Tanah Longsor di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (27/11/2025).
BACA JUGA: Kecelakaan di Jalan Gubernur Syarkawi Banjar, Mobil Merah Tabrak Motor, Korban Dievakuasi ke RSISA
Korban Tewas & Hilang Terus Meningkat
Data terbaru dari Kepolisian dan BNPB menunjukkan lonjakan korban jiwa di Sumatera Utara. Hingga Kamis (27/11/2025), tercatat 48 orang tewas dan 88 lainnya masih hilang.
Sebaran korban berada di beberapa wilayah:
Tapanuli Selatan: 17 orang
Tapanuli Utara: 9 orang
Tapanuli Tengah: 4 orang
Pakpak Bharat: 2 orang
Nias Selatan: 1 orang
Kota Sibolga: 8 orang
Kota Padangsidimpuan: 1 orang
Humbang Hasundutan: 5 orang
Pratikno menegaskan bahwa pendataan terus diperbarui dan angka tersebut kemungkinan dapat berubah seiring proses pencarian.
Siklon Tropis Senyar Jadi Pemicu Utama
BMKG menjelaskan bahwa siklon tropis Senyar menjadi biang keladi hujan ekstrem dan bencana besar di Sumatera. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan bahwa badai tersebut sebelumnya muncul sebagai Bibit Siklon Tropis 95B di Semenanjung Malaya sebelum berkembang menjadi siklon pada 26 November.

