GAWAT! Dua Siklon Tropis Koto & Senyar Menghantam Bersamaan: BMKG Umumkan Peringatan Cuaca Ekstrem Meluas di Indonesia

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan fenomena cuaca langka di akhir November 2025: dua siklon tropis aktif muncul hampir bersamaan dan memengaruhi cuaca di Indonesia. Prakirawan TCWC Jakarta, Fakhrul Alam, menjelaskan bahwa sistem tersebut adalah Siklon Tropis Koto dan Siklon Tropis Senyar.

Fakhrul menyebut Siklon Tropis Koto terbentuk dari bibit Siklon Tropis 92W yang tumbuh di Laut Filipina pada 23 November 2025 pukul 07.00 WIB. Bibit tersebut berkembang menjadi siklon tropis pada 25 November pukul 19.00 WIB ketika berada di Laut Sulu.

Sementara itu, Siklon Tropis Senyar bermula dari bibit Siklon Tropis 95B yang tumbuh sejak 21 November di Selat Malaka, kemudian naik status menjadi siklon tropis pada 26 November saat memasuki perairan Aceh Timur.

BACA JUGA: Prabowo Kerahkan Operasi Besar-Besaran Tangani Banjir Sumatera: Korban Tewas Terus Bertambah, Infrastruktur Lumpuh Parah

Siklon Tropis Koto Capai Kategori 3

Menurut BMKG, pada Jumat (27/11/2025), Siklon Tropis Koto meningkat ke kategori 3. Pusat siklon berada di Laut Cina Selatan pada posisi 13.2 LU dan 114.2 BT, sekitar 1.160 km di utara–barat laut Tarakan.

Siklon bergerak ke arah barat dengan kecepatan 4 knots atau sekitar 7 km/jam, menjauhi Indonesia. Kecepatan angin maksimumnya mencapai 75 knots (139 km/jam) dengan tekanan minimum 965 hPa.

Senyar Melemah, Tapi Masih Picu Cuaca Ekstrem

Sementara itu, Senyar kini memasuki fase Ex-Siklon Tropis, setelah melemah pada 27 November 2025 pukul 13.00 WIB. Pusat Ex-Senyar terpantau di timur Sumatera Utara dan diperkirakan berubah menjadi sistem bertekanan rendah dalam 24 jam.

Meski melemah, Senyar tetap menimbulkan cuaca ekstrem, terutama di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sebagian wilayah Riau. Hujan sangat lebat, angin kencang, serta gangguan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi.

BMKG mengingatkan warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti pembaruan resmi.

Gelombang Tinggi Meningkat di Berbagai Perairan

BMKG mencatat gelombang sedang (1,25–2,5 meter) terjadi di banyak perairan, seperti:

Selat Malaka

Perairan Tamiang–Langsa