WARTABANJAR.COM, NAGAN RAYA – Gempar di Tanah Rencong! Sebuah temuan spektakuler mengguncang Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Batu giok raksasa dengan perkiraan berat mencapai 5.000 ton ditemukan di kawasan Kecamatan Beutong — dan kabarnya, batu berharga ini akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan Masjid Giok Aceh yang sempat menjadi perhatian dunia.

“Seluruh batu giok yang ditemukan akan dikelola untuk kepentingan masyarakat luas dan kemaslahatan umat,” ujar Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, Jumat (24/10/2025).

Penemuan ini disebut-sebut sebagai yang terbesar di wilayah tersebut, bahkan melebihi temuan batu giok sebelumnya yang juga berasal dari Kecamatan Beutong.

“Ini adalah batu dengan ukuran lebih berat dan lebih besar dari penemuan sebelumnya,” ungkap Teuku Raja Keumangan dengan nada bangga.

Batu giok berwarna hijau zamrud itu diperkirakan memiliki nilai ekonomi dan budaya yang luar biasa. Bupati menegaskan, kekayaan alam ini bukan hanya akan dimanfaatkan untuk kemajuan daerah, tetapi juga untuk mendukung pembangunan monumental yang akan menjadi simbol kebanggaan Aceh.

“Kami berharap temuan ini membawa manfaat besar, bukan hanya bagi masyarakat Nagan Raya, tetapi juga bagi Indonesia, bahkan dunia,” tegasnya.

Masjid Giok Aceh, Ikon Religi Kelas Dunia

Penemuan ini menjadi angin segar bagi kelanjutan proyek Masjid Agung Baitul ‘Ala, atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Giok Aceh. Masjid ini dirancang megah dengan konsep unik — seluruh bagian luar dan dalam bangunan menggunakan batu giok asli sebagai material utama.

Dengan cadangan baru ini, Pemkab Nagan Raya optimistis proses pembangunan yang sempat terhenti akan kembali bergulir. Harapannya, Masjid Giok Aceh akan segera berdiri megah dan menjadi ikon religi dunia yang memancarkan keindahan dan kemakmuran bumi Serambi Mekkah.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad