“Pelatihan coding dan AI akan dijadikan mata pelajaran pilihan. Kemudian pelatihan BK untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah,” tambahnya.

Kabar baik lainnya, tunjangan sertifikasi guru non-ASN juga akan dinaikkan menjadi Rp 2 juta per bulan. Kini pencairannya dilakukan langsung ke rekening guru penerima, tanpa harus melalui pemerintah daerah seperti sebelumnya.

“Tunjangan kini ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru. Tidak lagi melalui pemerintah kabupaten, kota, atau provinsi,” ungkap Mu’ti kepada Wartabanjar.com.

Program beasiswa dan peningkatan kesejahteraan ini diharapkan menjadi lompatan besar dunia pendidikan Indonesia, menjadikan guru lebih berdaya saing, sejahtera, dan siap menghadapi era digitalisasi pendidikan global.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad