Kementerian Tenaga Kerja Taiwan kini tengah menyelidiki dugaan pelanggaran aturan ketenagakerjaan oleh EVA Air. Jika terbukti bersalah, maskapai bisa menghadapi sanksi denda besar dan tekanan publik internasional.

EVA Air sendiri mengklaim bahwa aturan ketat tersebut diterapkan untuk mencegah karyawan sakit tetap bekerja. Namun, pernyataan itu dianggap kontradiktif oleh serikat, mengingat Sun justru bekerja hingga ajal menjemputnya.

Pakar penerbangan pun menyerukan agar industri ini segera melakukan modernisasi kebijakan kesejahteraan awak kabin, memberikan akses medis yang lebih cepat, dan memastikan sistem cuti yang adil dan manusiawi.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad