Pegula, Petenis Tertua yang Masih Bertaji di Wuhan Open 2025

“Saya tahu kapan harus sabar, kapan harus menyerang. Usia membuat saya lebih tenang menghadapi tekanan,” ujarnya tersenyum.

Kisah Pegula di Wuhan bukan hanya tentang statistik, tapi tentang ketekunan, dedikasi, dan konsistensi di dunia tenis yang semakin kompetitif. Ia menjadi bukti nyata bahwa pengalaman dan strategi bisa menandingi kecepatan dan kekuatan muda.

Kini, Pegula bersiap menantang Aryna Sabalenka di semifinal panas Wuhan Open 2025 duel yang akan menjadi ujian terakhir apakah pengalaman mampu menaklukkan kekuatan muda yang sedang berada di puncak. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar