Ati mengaku warganya sangat antusias, bahkan beberapa datang sejak subuh agar kebagian stok.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa sering diadakan, apalagi menjelang akhir tahun harga-harga mulai naik,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Iqbal Afriadi, staf Kemetrologian dan Stabilitas Harga Disperindag Balangan, menyebut kegiatan ini menjadi salah satu cara menekan tekanan inflasi di tingkat desa.
“Pasar murah ini bukan hanya soal harga, tapi menjaga daya beli masyarakat,” katanya.
Warga pun pulang dengan wajah sumringah, membawa tas belanja berisi kebutuhan pokok yang kini sedikit lebih terjangkau di tengah mahalnya harga pasar. (Wartabanjar.com/Alfi)
Editor Restu







