Sementara itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia BMKG melalui pendidikan lanjut.
Menurutnya, data iklim yang dimiliki BMKG merupakan modal besar untuk melahirkan inovasi di berbagai bidang.
Inovasi tersebut pada akhirnya akan memperkuat peran BMKG dalam mendukung tujuan negara, mulai dari melindungi bangsa, mencerdaskan kehidupa, memajukan kesejahteraan umum, hingga berkontribusi dalam menjaga ketertiban dunia melalui kerja sama internasional di bawah naungan WMO.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pimpinan dan prakirawan klimatologi dalam merumuskan prediksi musim hujan yang akurat, sekaligus bermanfaat bagi berbagai sektor pembangunan nasional.
Rapat ini juga dihadiri jajaran pimpinan dan tokoh pendahulu BMKG, selain Deputi Bidang Klimatologi Ardhasena Sopaheluwakan, juga ada Deputi Bidang Infrastruktur MKG, Michael Andreas Purwoadi, Direktur Informasi Perubahan Iklim, A. Fachri Rajab, serta Direktur Layanan Iklim Terapan Marjuki.
Hadir pula Kepala Balai Besar MKG Wilayah IāV, serta puluhan UPT BMKG yang terdiri atas stasiun klimatologi, meteorologi, geofisika, hingga Stasiun Pemantau Atmosfer Global. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi membuka Rapat Nasional Prediksi Musim Hujan (PMH) Tahun 2026 yang berlangsung pada 25ā29 Agustus 2025.







