WARTABANJAR.COM, YOGYAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merumuskan prediksi musim hujan akurat untuk tahun 2026 di Rapat Nasional Prediksi Musim Hujan (PMH) Tahun 2026 yang berlangsung pada 25–29 Agustus 2025 yang dibuka oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.
Di kesempatan ini, Deputi Bidang Klimatologi Dr. Ardhasena Sopaheluwakan dalam laporannya menyampaikan bahwa proses prediksi musim dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari pengolahan data, forum daring, hingga konsensus nasional yang dituangkan dalam National Climate Outlook Forum.
Informasi prediksi musim memang tidak akan pernah sempurna, katana, namun wilayah tropis memberi kita sinyal prediktabilitas yang cukup kuat.
“Tantangannya adalah bagaimana kita mengkomunikasikan tingkat kepastian dan ketidakpastian ini, agar stakeholder mampu menyesuaikan kebijakan dan langkah antisipasi,” jelas Ardhasena.
Selain itu, Ardhasena juga menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam memperkuat kualitas prediksi iklim.
Pemanfaatan dashboard Pinteriklim, integrasi model iklim regional, hingga peluang adopsi artificial intelligence (AI) disebut menjadi langkah kunci dalam menghadapi dinamika iklim global.
“Kita harus bersiap menghadapi era iklim yang semakin tidak stasioner akibat pengaruh gas rumah kaca. Kemampuan observasi, analisis, dan prediksi harus terus ditingkatkan agar BMKG tetap relevan di masa depan,” tambahnya, dikutip dari laman BMKG, Rabu (10/9/2025).
Sementara itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia BMKG melalui pendidikan lanjut.
Menurutnya, data iklim yang dimiliki BMKG merupakan modal besar untuk melahirkan inovasi di berbagai bidang.
Inovasi tersebut pada akhirnya akan memperkuat peran BMKG dalam mendukung tujuan negara, mulai dari melindungi bangsa, mencerdaskan kehidupa, memajukan kesejahteraan umum, hingga berkontribusi dalam menjaga ketertiban dunia melalui kerja sama internasional di bawah naungan WMO.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pimpinan dan prakirawan klimatologi dalam merumuskan prediksi musim hujan yang akurat, sekaligus bermanfaat bagi berbagai sektor pembangunan nasional.
Rapat ini juga dihadiri jajaran pimpinan dan tokoh pendahulu BMKG, selain Deputi Bidang Klimatologi Ardhasena Sopaheluwakan, juga ada Deputi Bidang Infrastruktur MKG, Michael Andreas Purwoadi, Direktur Informasi Perubahan Iklim, A. Fachri Rajab, serta Direktur Layanan Iklim Terapan Marjuki.







