WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Gelombang demonstrasi ricuh yang melanda sejumlah daerah mulai menimbulkan pertanyaan besar: siapa yang berada di balik layar? Polisi menegaskan akan memburu pihak-pihak yang diduga menjadi pendana aksi anarkis ini. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi indikasi adanya sumber dana yang tidak kecil untuk menggerakkan massa, menyewa logistik, bahkan menyuplai bahan berbahaya seperti petasan hingga bom molotov. “Ada pihak yang mendanai. Saat ini tim sedang menelusuri aliran dana dan siapa yang menggerakkan,” kata Listyo, Selasa (2/9/2025). BACA JUGA:PRABOWO TEGAS! Demo Wajib Berizin & Harus Selesai Sebelum Magrib Jejak Uang dalam Aksi Jalanan Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah massa aksi terlihat terorganisir dengan transportasi, logistik, dan atribut seragam. Fakta ini menguatkan dugaan adanya sokongan finansial. Sumber internal kepolisian menyebut, investigasi tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan: Kelompok politik oposisi yang ingin mengguncang legitimasi pemerintahan baru. Jaringan bisnis gelap yang dirugikan oleh kebijakan pemerintah, termasuk di sektor energi dan impor. Aktivis bayaran yang sengaja direkrut untuk memprovokasi agar demonstrasi berakhir rusuh. Pola Lama, Dalang Baru? Kasus pendanaan demo anarkis sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa peristiwa sebelumnya, aliran dana kerap disamarkan melalui transfer antar rekening, sumbangan fiktif, hingga penyamaran lewat kegiatan sosial. Kini, dengan teknologi digital, aparat sedang menelusuri jejak melalui transaksi perbankan dan dompet elektronik. Negara Siap Bongkar Dalang Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. “Demo boleh, tapi jangan ada kekacauan. Jangan ada yang mendanai untuk merusak negara,” tegasnya. Sementara itu, Polri memastikan hasil investigasi akan dibuka ke publik. Para dalang maupun pendana akan dijerat pasal berat terkait pendanaan teror dan tindak pidana makar.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad