Beras Siam Bupati HST Bersubsidi Mulai Dijual di Pasar Keramat, Warga Beli Maksimal 5 Liter
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Beras Siam Madu bersubsidi kini sudah tersedia di Pasar Keramat Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Program Beras Siam Bupati HST Bersubsidi, mulai direalisasikan sejak 17 Agustus 2026. Penyaluran dilakukan melalui 15 pedagang beras, yang telah ditunjuk di Pasar Keramat Barabai.
Pemimpin Cabang Perum Bulog HST, Riza Wahyudi, mengatakan penyaluran tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Pemerintah Kabupaten HST, melalui Dinas Perdagangan.
“Mulai 17 Agustus kemarin, beras Siam Madu bersubsidi sudah disalurkan kepada 15 pedagang di Pasar Keramat Barabai. Masyarakat sudah bisa membelinya melalui pedagang yang telah ditentukan,” kata Riza kepada wartabanjar.com, Rabu (19/08/2026).
Riza menyebut, total beras yang disalurkan mencapai 26.650 kilogram atau sekitar 35.533 liter. Masyarakat sebagai pengguna akhir dapat membeli maksimal lima liter per orang.
Menurut Riza, program tersebut dijalankan untuk membantu masyarakat memperoleh beras lokal dengan harga lebih terjangkau, sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah.
“Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan beras Siam dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjadi salah satu langkah dalam pengendalian inflasi daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Ibu Bhayangkari pun Ikut Balap Karung di Lomba HUT ke-81 RI di Polres HST
Baca Juga: 13 Anak Muda Saling Bertumpu Rebut Hadiah Panjat Pinang di Tengah Sungai Aluan Bakti HST
Beras yang disalurkan merupakan jenis Siam Madu. Penyaluran dilakukan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk momentum Bulan Maulid yang biasanya diikuti meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Dinas Perdagangan HST dan Perum Bulog HST.
“Berasnya sudah tersedia dan masyarakat dapat membelinya melalui pedagang yang ditunjuk. Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan program ini, sesuai ketentuan pembelian yang berlaku,” kata Irfan.
Irfan mengatakan, program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk membantu menjaga daya beli masyarakat, di tengah kenaikan harga beras lokal.