WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Beredar surat sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyikapi aksi demo mahasiswa dan ojek online (ojol) di banyak wilayah di Indonesia.
Seperti diketahui aksi demo menyebar usai insiden ojol dilindas rantis Brimob di Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025 lalu.
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan memberikan sikap lima poin atas aksi demo yang terjadi, berikut pernyataan MUI Kalsel :
Baca Juga
BREAKING NEWS! Warga HST Geger, Kerangka Manusia Misterius Ditemukan Tergeletak di Hutan Tandilang
1. Menyatakan Belasungkawa dan duka yang mendalam atas wafatnya warga masyarakat, atas nama Affan Kurniawan, semoga Allah SWT mengampuni semua kesalahannya dan menerima amal ibadahnya.
2. Mengimbau agar aspirasi yang disampaikan didasari oleh niat baik dan dilindungi konstitusi, harus disampaikan secara tertib, dengan menjamin keamanan dan kenyamanan semua pihak
3. Meminta kepada segenap aparat yang bertugas selalu bersikap sabar dan bijaksana dalam menanggapi warga masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan mengedepankan pendekatan persuasif yang manusiawi.
4. Mengajak warga masyarakat dan seluruh komponen bangsa untuk menghindari segala tindakan yang mengarah kepada anarkisme yang merugikan semua pihak khususnya di Kalimantan Selatan.
5. Meminta kepada seluruh Pengurus MUI Kabupaten/Kota dan Kecamatan beserta
jajarannya untuk turut menenangkan situasi dan tidak terlibat dalam tindakan dalam provokasi yang dapat menimbulkan anarkisme, baik oleh masyarakat maupun aparat.







