BREAKING NEWS! Demo Tolak Pajak 300% di Bone Ricuh, Gas Air Mata Ditembakkan, Sejumlah Massa Ditangkap
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, GOWA – Aksi protes Aliansi Rakyat Bone Bersatu menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 300 persen di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berujung ricuh dan chaos. Sejumlah orang dilaporkan ditangkap aparat, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Kericuhan pecah di Kantor Bupati Bone, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Selasa (19/8/2025), setelah massa kecewa karena Bupati Bone, Andi Fahsar M. Padjalangi (Asman Sulaiman dalam laporan awal) enggan menemui pendemo. Pemkab Bone hanya mengutus Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Muhammad Angkasa, untuk berdialog, yang kemudian memicu amarah demonstran.
Pintu Kantor Bupati Diterobos, Polisi Dilempari
Massa yang berasal dari berbagai elemen organisasi dan masyarakat Bone nekat menjebol pintu kantor bupati. Suasana makin panas ketika mereka mulai melempari polisi dengan botol dan gelas plastik berisi air mineral.
BACA JUGA:HEBAT! 80 Siswa SMPN 23 HST Napak Tilas di Tugu Hambawang Pulasan, Belajar Sejarah dengan Cara Nyata
Pasukan anti huru-hara yang sejak awal berjaga akhirnya melepas beberapa kali tembakan peringatan ke udara. Namun massa justru semakin beringas, hingga bentrok tak terhindarkan.
Gas Air Mata dan Water Cannon Dikerahkan
Sekitar pukul 18.30 WITA, usai azan Magrib, aparat berupaya membubarkan massa yang mulai melakukan pelemparan batu. Polisi kemudian menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air dari water cannon ke arah pengunjuk rasa.
Massa berhamburan, sebagian lari menyelamatkan diri ke Masjid Agung Bone yang berada tepat di depan kantor bupati. Namun bentrokan sudah terlanjur menelan korban—beberapa anggota Satpol PP terluka di bagian kepala akibat lemparan batu.
Jalan Macet, Sejumlah Orang Diamankan
Polisi akhirnya berhasil memukul mundur massa dari halaman kantor bupati. Aksi ini menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Ahmad Yani, Bone. Hingga malam, aparat masih berjaga untuk mengantisipasi bentrokan susulan.
Sejumlah demonstran disebut sudah diamankan aparat kepolisian, meski jumlah pastinya belum diumumkan resmi.(Wartabanjar.com/posko.rakyat62/berbagai sumber)
editor: nur muhammad