WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Skandal memalukan mencuat dari jantung proyek kebanggaan bangsa! Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, keponakan Presiden Prabowo Subianto, secara blak-blakan mengungkap adanya praktik prostitusi terselubung di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ironisnya, para pelanggan layanan esek-esek ini diduga berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pekerja proyek pembangunan. Ketua Umum Jaringan Nasional Anti-TPPO ini menyatakan bahwa praktik prostitusi di IKN sudah sangat mengkhawatirkan. Dalam diskusi di kantor LPSK Jakarta, Rahayu menyebut adanya "tempat-tempat seperti lokalisasi" yang secara rutin melayani ASN dan para tukang proyek yang "kesepian". “Banyak dari mereka adalah perempuan korban TPPO yang dipaksa menjadi PSK karena tidak punya pekerjaan lain. Mereka diam karena takut, bahkan tak sanggup memberi tahu keluarga,” ujar Rahayu. Rahayu pun langsung melaporkan temuan ini ke Kepala Bareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada. Ia berharap aparat segera mengusut jaringan perdagangan orang yang terindikasi menyusup di balik proyek IKN. BACA JUGA:Nikita Mirzani Ngamuk! Tolak Pakai Rompi Tahanan, Ancam Bocorkan Rekaman Panas di Sidang! Rakyat Marah, Netizen Meradang! Pengakuan Rahayu membuat publik heboh. Media sosial langsung dipenuhi reaksi warganet yang geram, sedih, hingga menyindir pemerintah: "Whatttt… IKN jadi city of sin, luar biasa sekali 🔥👏👏👏" "Ibukota kebanggaan dinasti malah jadi sarang PSK." "Ini baru namanya hilirisasi… hilirisasi PSK!" "Makin rusak negeri ini, makin jauh dari ajaran agama." "ASN pindah ke IKN bawa keluarga, pulangnya bawa aib!" Bahkan sebagian menyebut keberadaan "PSK resmi" sebagai fasilitas tak tertulis bagi para ASN yang ditugaskan ke IKN. Sindiran pedas pun mengarah ke elite kekuasaan: "Negeri yang katanya berdasarkan Ketuhanan, tapi lonte dianggap aset ASN. Parah anjir 🔥🔥🔥" Fakta Penting Skandal IKN: Pelapor: Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Ketua Jarnas Anti-TPPO, keponakan Presiden Prabowo) Isi Laporan: Prostitusi terselubung di IKN, korban adalah perempuan korban perdagangan manusia (TPPO) Pelanggan PSK: Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja proyek pembangunan IKN Sudah Dilaporkan: ke Komjen Wahyu Widada, Kepala Bareskrim Polri Wilayah Rawan Lain: Papua, terutama di area tambang, disebut mengalami praktik serupa Desakan Transparansi Skandal ini mempertegas bahwa proyek prestisius seperti IKN tak hanya rawan korupsi, tetapi juga eksploitasi perempuan. Jika tidak segera ditindaklanjuti, IKN berpotensi menjadi kota megaproyek yang menyimpan kelamnya peradaban baru. Rahayu meminta seluruh elemen masyarakat dan hukum bersatu untuk mengungkap siapa saja yang bermain dalam jaringan ini. Karena bila dibiarkan, bangsa ini bukan sedang membangun ibu kota—melainkan mengubur nilai moral dalam beton dan aspal.(Wartabanjar.com/iNews.ID/duniahariini17/Instagram/berbagai sumber) editor: nur muhammad