Koperasi Merah Putih Resmi Diluncurkan, Bupati HST: Desa Harus Bangkit dan Berdikari!

Namun, ia mengingatkan bahwa sistem tanggung jawabnya juga ketat.

“Jika terjadi gagal bayar, maka cicilan akan dipotong langsung dari Dana Desa melalui koordinasi Bank BNI dengan pemerintahan desa dan Kementerian Keuangan,” jelas Irfan.

Saat ini, beberapa koperasi telah aktif, seperti di Desa Mahang Sungai Hanyar dan Kecamatan Pandawa, dengan fokus usaha simpan pinjam dan penyediaan sarana produksi pertanian. Bahkan, anggota koperasi di Mahang Sungai Menyer telah meningkat dari 40 menjadi sekitar 200 orang.

Dari 169 desa/kelurahan di HST, 167 koperasi telah berbadan hukum, sedangkan 3 desa digabung dalam satu koperasi. Pemkab HST bersama Dinas Perdagangan menargetkan seluruh koperasi aktif beroperasi pada bulan Oktober 2025.

Selain dengan Bank BNI, Koperasi Merah Putih di HST juga mulai menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, Badan Pangan (BP) Bulog, Pupuk Indonesia, dan rencana kerja sama dengan PT Pertamina terkait distribusi LPG 3 Kg

Dinas Perdagangan berharap pihak perbankan dapat memberikan kemudahan pinjaman dan menurunkan bunga menjadi 3% agar koperasi bisa berjalan berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (Adew)

Editor Restu