"Target kami 82,9 juta itu, insya Allah bisa dicapai pada akhir November atau awal Desember. Kami juga berharap di akhir Agustus nanti, program ini sudah menjangkau lebih dari 20 juta penerima manfaat," katanya. Terkait pelaksanaan di lapangan, Dadan mengakui masih ada beberapa kendala teknis yang memerlukan penyesuaian. Namun secara umum, program berjalan lancar dan terus mengalami peningkatan. Kerjasama dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan, BGN dan Komite Percepatan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melakukan penandatanganan kerja sama terkait Perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Program Pembiayaan UMKM. Kerja sama ini untuk mendukung akselerasi program nasional pemerintah yaitu MBG, khususnya di lingkungan pesantren melalui pembiayaan UMKM untuk pembangunan Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi motor utama. Direktur Utama PIP Kementerian Keuangan, Ismed Saputra, menyampaikan bahwa program MBG patut didukung dengan kolaborasi, utamanya antar lembaga pemerintah. Pihaknya dapat mendukung melalui pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga dalam ekosistem Pembiayaan UMKM. Deputi bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, dalam sambutannya turut mengapresiasi inisiasi kerja sama ini. Ia melanjutkan, saat ini sudah ada sekitar 1.800 SPPG dan sebagian besar masih mengandalkan pembiayaan mandiri. Harapannya, kegiatan ini dapat mempercepat pembangunan SPPG yang berdampak dalam menggerakkan UMKM pemasok SPPG di lingkungan pesantren sehingga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. (yayu/berbagai sumber) Editor: Yayu
Berita Sebelumnya Lowongan Kerja di BNPB Hoaks, ini Penjelasannya
Berita Selanjutnya Pemkab Tala Genjot Swasembada Bawang Merah, Gencarkan Inovasi dan Kolaborasi