WARTABANJAR.COM – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan hujan akan terus turun di musim kemarau.
BMKG mewaspadai cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah, terutama di Pulau Jawa bagian barat dan tengah, termasuk Jabodetabek; Kalimantan Timur; Sulawesi Selatan, dan wilayah sekitarnya; Nusa Tenggara Barat, termasuk Mataram; Maluku bagian Tengah; Papua bagian tengah dan utara.
Lalu mulai 10-12 Juli, cuaca ekstrem ini akan bergeser ke wilayah tengah dan timur. Ini
bukan hujan biasa, tapi anomali curah hujan
yang bisa picu bencana.
Baca Juga
Razia Gabungan di Banjarmasin, 14 Truk Melanggar Jam Operasional dan KIR
“Kemudian periode 10-12 Juli 2025, potensi hujan signifikan diperkirakan akan bergeser ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur seiring dengan pergeseran gangguan atmosfer dan distribusi kelembapan tropis,” lanjutnya.
BMKG mengimbau kepada Pemda agar segera siaga potensi banjir, longsor,
petir, hingga banjir rob.
Kemudian kepada masyarakat agar selalu mengecek prakiraan cuaca dari BMKG sebelum bepergian.
Sementara itu, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Tri Handoko Seto menjelaskan saat ini BMKG terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, operator transportasi, dan pihak lain sebagai tindak lanjut atas kondisi ini. Demikian pula bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai respon cuaca ekstrem yang berdampak kepada masyarakat.





