WARTABANJAR.COM - Operasi penyelamatan pendaki Brasil Juliana De Souza Pereira Marins (26) di Gunung Rinjani berakhir setelah beberapa hari perjuangan di tengah cuaca ekstrem dan medan berbahaya. Juliana dilaporkan jatuh ke jurang 150 meter saat mendaki bersama lima teman pada 21 Juni 2025. Dia sempat terlihat hidup dalam rekaman drone dan video dari pendaki lain, tetapi upaya penyelamatan terhambat oleh kabut tebal dan hujan. Baca Juga Perkelahian Berdarah di Sungai Andai, 3 Remaja Meregang Nyawa Warga Brazil itu telah pindah posisi saat dalam pencarian pada 22 Juni. Penyelamat senior Khafid Hasyadi mengatakan dia harus menunda pencarian dua kali karena suhu ekstrem dan jarak pandang yang sangat buruk. "Ini adalah insiden terburuk dalam 15 tahun karir saya," katanya dikutip dari The Straits Times. Dia dan timnya hanya berhasil mencapai tubuh Juliana pada kedalaman 600 meter pada 25 Juni setelah tiga kali upaya. Evakuasi udara dipertimbangkan, tetapi helikopter tidak dapat diluncurkan karena kabut. Tim akhirnya dievakuasi jenazah dengan memanjat tebing vertikal 180 meter, lalu menuruni gunung selama lima jam. Khafid menyampaikan penyesalannya atas hasil operasi yang dinilai lambat oleh keluarga korban. "Kami sudah melakukan yang terbaik, tetapi jika cuaca tidak bersahabat, sangat sulit untuk bertindak cepat. Ada batasan pada kemampuan manusia. la juga mengajak para pendaki untuk memilih waktu yang aman, yaitu antara Agustus dan September, dan tidak memaksakan diri saat cuaca buruk.(atoe/sar) Editor Restu